Category Archives: Indonesia

Indonesia Gagal Masuk Final, Evan Dimas Mohon Maaf

Indonesia Gagal Masuk Final, Evan Dimas Mohon Maaf

Indonesia Gagal Masuk Final, Evan Dimas Mohon Maaf

Laju timnas Indonesia di ajang SEA Games 2017, pada akhirnya harus terhenti di putaran semi final saja. Pasalnya, Garuda harus ikhlas tercukur tipis 0 – 1 dari timnas tuan rumah, Malaysia. Karena kegagalan tersebut, sang kapten, Evan Dimas yang sebelumnya berapi-api ingin membela Indonesia minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Saya gagal membawa timnas ke final”, kata pemain yang bernaung di klub Persebaya Surabaya itu.

Adalah Thananalan Nadarajah yang berhasil membolongi gawang timnas Indonesia pada menit ke 85 di Stadion Shah Alam Malaysia kemarin (Sabtu, 26 / 8 / 2017) malam WIB. Kejadian tersebut tentu saja membuat lesu semua penggawa Garuda. Nampak dari mereka yang keluar lapangan dengan tertunduk, karena memendam rasa kecewa yang besar.

Dengan kekalahan tersebut, Indonesia berarti hanya memperoleh kesempatan untuk berebut medali perunggu SEA Games 2017 dengan timnas Myanmar minggu depan (Selasa, 29 / 8 / 2017).

“Kami memang kecewa berat dengan kekalahan ini. Namun yang bisa dipastikan adalah kami sudah mengerahkan semua kemampuan kami di lapangan”, ujar gelandang timnas Indonesia, Febri Hariyadi.

“Mungkin Allah berkehendak lain. Kami akan mengevaluasi diri, supaya bisa lebih baik lagi kedepannya”, sambung Febri lagi.

“Terima kasih atas dukungan dan doa yang sudah diberikan oleh Pak Menpora, pelatih, ofisial, suporter dan semua masyarakat Indonesia kepada kami selama berkompetisi di SEA Games 2017. Dukungan dan doa itulah yang juga membuat kami bisa bertahan hingga sejauh ini”, tuntas Febri.

Ditodong Kartu Kuning, Evan Dimas Dibackup Menpora

Ditodong Kartu Kuning, Evan Dimas Dibackup Menpora

Ditodong Kartu Kuning, Evan Dimas Dibackup Menpora

Menyaksikan salah satu gelandang timnas Indonesia, Evan Dimas ditodong kartu kuning saat berlaga di ajang SEA Games 2017 barusan (Minggu, 20 / 8 / 2017), Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga), Imam Nahrawi pun melontarkan pernyataannya. Menpora Imam melihat ada unsur ketidakadilan dibalik sanksi kartu kuning tersebut. Atas dasar itu, pria asal Bangkalan berusia 44 tahun itu meminta tim Garuda untuk mengajukan banding.

Saat berlaga melawan timnas Timor Leste di laga lanjutan fase grup B SEA Games 2017, wasit berkebangsaan Malaysia yang kala itu bertugas memimpin pertandingan, Nagor Amir Noor Mohamed menyodorkan kartu kuning kepada Evan Dimas.

Dengan hukuman kartu kuning tersebut, tentu saja Evan tidak diperbolehkan untuk ikut merumput pada laga selanjutnya. Yakni, saat Tim Merah Putih dihadapkan dengan timnas Vietnam pada hari Selasa (22 / 8 / 2017) mendatang. Mengingat sebelum ini, pemain yang tergabung di klub Persebaya Surabaya itu juga sudah pernah dikartu kuning saat berduel dengan timnas Filipina Kamis (17 / 8 / 2017) pekan lalu.

“Saya melihat kalau sanksi kartu kuning kemarin tidak adil. Timnas Indonesia pokoknya harus protes terhadap keputusan wasit Noor Mohamed. Evan jelas menjadi korban ketidakadilan”, terang Menpora Imam saat disambangi dikantornya di bilangan Senayan, Jakarta Selatan.

“Lagipula, kita kan besok harus melawan Vietnam. Disaat genting, pemain kunci kita malah dikartu kuning. Ini mengindikasikan sebuah rekayasa, agar tim kita lebih mudah ditaklukkan”, terus Imam.

“Wasit itu harus netral. Tidak boleh memihak. Pokoknya kita harus meminta kasus ini diproses lebih lanjut dan mengajukan banding”, tuntas Imam.

Walaupun demikian, timnas Garuda berhasil merenggut kemenangan tipis 1 – 0 atas Timor Leste.

Biar Kinerjanya Makin Mantap, Wasit Indonesia Dikuliahi Wasit Inggris

Biar Kinerjanya Makin Mantap, Wasit Indonesia Dikuliahi Wasit Inggris

Biar Kinerjanya Makin Mantap, Wasit Indonesia Dikuliahi Wasit Inggris

Pekan lalu, selama seminggu (Senin, 24 / 7 / 2017 – Minggu, 30 / 7 / 2017), British Council bekerjasama dengan Liga Premier Inggris menyelenggarakan program yang bertajuk Premier Skill di Internasional Sports Club of Indonesia Ciputat Tangerang. Dimana tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan standar kualitas persepakbolaan di Indonesia, khususnya terkait kinerja para wasit. Adapun untuk memoles performa wasit-wasit Indonesia, wasit berpengalaman asal Inggris sengaja dihadirkan untuk memberikan wejangan-wejangan saktinya.

Seminar pembinaan wasit yang dipimpin oleh pelatih wasit di PGMOL (Professional Game Match Official), Graham Laws itu dihadiri oleh total 60 wasit di Indonesia yang berasal dari seluruh daerah. Hadir juga 4 wasit wanita yang telah mendedikasikan diri mereka untuk terjun secara profesional.

“Kami sendiri merasa terpanggil untuk menyelenggarakan pembinaan terhadap sepakbola di Indonesia. Ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab Liga Premier untuk membagikan ilmu ke negara-negara berkembang di Asia, salah satunya Indonesia. Disini, kami tidak hadir semata-mata menjadi ‘si pintar’ yang menggurui orang lain. Tapi, justru kami juga bisa mempelajari ragam budaya yang juga menjadi pengetahuan baru bagi kami”, papar Graham saat disambangi usai memberikan kuliah kepada para wasit.

Pada kesempatan tersebut, Graham juga tak lupa mengingatkan kepada para wasit yang hadir. Hal terpenting yang wajib dimiliki oleh wasit saat memimpin sebuah pertandingan adalah mental yang kuat. Pasalnya, sepakbola adalah ajang yang tidak lepas dari faktor fanatisme dan tingkat emosi yang tinggi.

“Kita sebagai wasit, mentalnya harus bagus. Harus berani bilang kalau memang kita merasa benar berdasarkan bukti-bukti yang ada. Ini memang tidaklah mudah. Sepakbola selalu diwarnai dengan tingkat emosi yang tinggi, karena ada faktor fanatisme disitu. Tapi memutuskan segala sesuatunya dengan benar, sudah menjadi tanggungjawab utama kita sebagai seorang wasit yang profesional. Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi”, sambung Graham lagi.

“Semoga apa yang saya bagi kepada para wasit di seluruh Indonesia pada kesempatan ini, bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka. Tentu saja saya yakin kalau mereka percaya diri dengan keputusan mereka, maka sikap fair play pun akan terjamin di sepakbola Indonesia. Alhasil, standar kualitasnya pun akan naik dengan sendirinya”, tuntasnya.

Celoteh Paulo Sitanggang, Bisa Kumpul Bareng Anak U-19 Lagi

Celoteh Paulo Sitanggang, Bisa Kumpul Bareng Anak U-19 Lagi

Celoteh Paulo Sitanggang, Bisa Kumpul Bareng Anak U-19 Lagi

Mengadakan reuni dengan teman-temannya yang dulu sama-sama bermain di timnas Garuda U-19, Paulo Oktavianus Sitanggang pun menuturkan kesan-kesannya.

Paulo yang saat ini merumput untuk Barito Putra, bersua dengan 2 sahabat dekatnya di timnas U-19. Mereka diantaranya Muhammad Fatchurohman dan juga Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, yang keduanya sama-sama tergabung di squad Bhayangkara FC.

Pada laga lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi kemarin (Selasa, 4 / 7 / 2017) petang WIB, Paulo yang berada di kubu Bhayangkara harus berhadapan dengan klub dimana 2 temannya tersebut bernaung. Namun begitu, mereka tidak sempat harus bersinggungan di lapangan. Paulo memang diset oleh Simon McMenemy menjadi starter, namun berbeda dengan kedua temannya yang berada di kubu Barito Putra. Fatchurohman hanya datang sebagai penonton dan duduk di tribun karena berasa agak demam, sementara Muchlis cuma berperan sebagai pemain serep dan duduk manis di bench.

Laga lanjutan tersebut dimenangkan oleh kubu tamu, dengan skor 1 – 0. Dimana, kemenangan itu juga menjadi kemenangan tandang pertama buat Barito di Liga 1 2017 itu.

Terlepas dari duel antar klub mereka, Paulo pun bercerita kepada kawan media. Bahwa 1 hari sebelum bertanding, ia sempat kumpul bareng Fatchurohman dan Muchlis. Mereka bertiga sama sekali tidak menyinggung soal sepakbola maupun pertandingan esok harinya, saat mengobrol. Obrolan mereka lebih mengupas persoalan hidup sehari-hari mereka, semenjak sudah cabut dari timnas U-19 era coach Indra Sjafri.

“Teman saya yang paling dekat di timnas U-19 ya itu, Fatchurohman dan Muchlis. Semalem kita baru aja ngumpul. Ya ngobrol-ngobrol santai lah soal kehidupan masing-masing, selepas tidak di timnas U-19 lagi. Sama sekali tidak ngomongin soal sepakbola, apalagi soal pertandingan. Lebih banyak bercandanya, kok. Kami semua senang soalnya, bisa ketemu lagi”, papar Paulo.

Nama Paulo pertama kali melejit, saat ia bisa masuk dan bermain di timnas U-19. Adapun yang membuatnya gampang diingat adalah penampilannya yang nyeleneh. Paulo acapkali tampil dengan model rambut kuncir kuda, layaknya Kenshin di Samurai X. Dimana usut punya usut, karakter anime tersebut memang menjadi idamannya.

Seiring dengan waktu, Paulo memutuskan untuk mengubah gaya rambutnya. Ia kini tampil dengan gaya rambut pendek yang lebih maskulin dan kekinian. Namun begitu, banyak orang melihat kalau performa bermainnya di Bhayangkara tidaklah secemerlang saat ia berusia 19 tahun. Tak elak, ia pun sering jadi bahan bercandaan orang-orang. Kalau ilmunya sepakbolanya menurun, karena Paulo mencurkur rambutnya. Paulo pun merespon guyonan tersebut dengan canda lagi.

“Seharusnya malah lebih jago lah. Kan cukur rambut artinya sudah tobat dan ga nakal lagi”, jawab Paulo bercanda.

“Ya sebenarnya saya cuma kepingin lebih rapih saja. Sekarang lagipula kan juga sudah mulai kuliah di Medan. Ambil jurusan Akuntansi”, imbuhnya lagi.